Sekilas Tentang Haul Bungah

| | ,

Qomaruddin.com – Sudah merupakan tradisi tahunan Sampurnan Bungah, desa sekaligus kecamatan di daerah Gresik Utara yang terletak di Utara Sungai Bengawan Solo, untuk menyelenggarakan Haul. Bungah. Tradisi Haul Bungah merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati wafatnya KH. Mohammad Sholih Tsani, pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin ke-5 yang dihadiri oleh para kiai, santri, alumni, dan masyarakat Gresik dan daerah sekitarnya. Pondok Pesantren Qomaruddin sendiri termasuk salah satu pondok pesantren tertua di Indonesia yang didirikan oleh K. Qomaruddin sejak tahun 1775 M. Rangkaian acara Haul Bungah selalu diadakan di pekan terakhir bulan Jumadil Awwal sejak hari Selasa hingga hari Kamis tiap tahunnya, dan sudah menjadi titenan masyarakat setempat.

Pada tahun ini masyarakat Bungah memperingati wafatnya KH. Mohammad Sholih Tsani yang ke-121. Beberapa nama yang diperingati dalam rangkaian acara Haul Bungah antara lain:

  1. Mohammad Sholih Tsani ke-121 dan Mbah Nyai.
  2. Ismail ke-72 dan Mbah Nyai.
  3. Muhammad Sholih Tsalis ke-39 dan Mbah Nyai
  4. Ahmad Muhammad Al-Hammad ke-6 dan Bu Nyai, dan
  5. para Muassis Pondok Pesantren Qomaruddin.

Rangkaian acara dimulai dengan acara Lailatul Qiro’ah, estafet pembacaan ayat al-Qur’an oleh para qari’-qari’ah dengan lagu-lagu misri, pada hari Selasa, 21 Januari 2020. Tiap tahunnya, Lailatul Qira’ah menjadi salah satu malam yang dinanti masyarakat karena selalu menghadirkan satu qari’/qari’ah utama yang telah dikenal secara nasional atau internasional. Hari kedua (Rabu, 22 Januari 2020) dari rangkaian acara Haul diisi dengan Tadarus al-Qur’an bil Ghoib yang dihadiri oleh ratusan penghafal al-Qur’an dari area Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Acara puncak Haul Bungah diadakan pada hari Kamis, 23 Januari 2020. Rangkaian acara Haul ditutup dengan Sholawat Hadrah yang dihadiri oleh Jam‘iyah Hadrah ISHARI se-Jawa Timur. Lebih rincinya, rangkaian acara Haul Bungah bisa dilihat pada tabel berikut:

No. Hari/Tanggal Waktu Acara
1. Selasa, 21 Januari 2020 20.00-24.00 WIB Lailatul Qiro’ah
2. Rabu, 22 Januari 2020 06.00-15.00 WIB Tadarrus al-Qur’an bil Ghoib
3. Kamis, 23 Januari 2020 08.00-13.00 WIB Tahlil I (Putra)
4. Kamis, 23 Januari 2020 13.30-17.00 WIB Tahlil II (Putri)
5. Kamis, 23 Januari 2020 20.00-selesai Shalawat Hadrah (ISHARI)

 

Selama tiga hari rangkaian acara Haul (bahkan beberapa hari sebelum dan sesudah Haul), masyarakat Bungah juga disibukkan dengan para kerabat dan kolega yang bukan hanya datang untuk Haul, namun juga mengunjungi rumah-rumah mereka. Karena kesibukan ini, penduduk Bungah merasa belum maksimal menghayati Haul itu sendiri. Untuk itu, mereka mengadakan Haul Kecil, beberapa hari setelah Kamis puncak. Acara yang dihadiri secara eksklusif hanya oleh ‘penduduk tuan rumah’ ini diisi dengan Tahlil dan Shalawat Hadrah.

Dengan ini semua, bisa dikatakan bahwa Haul Bungah bukan hanya ‘hajatan’ santri Qomaruddin saja, melainkan juga masyarakat sekitar Sampuran, baik warga NU maupun Muhammadiyah. Semuanya turut menyemarakkan dan menyambut antusias acara Haul Bungah. Meskipun kalangan Muhammadiyah tidak mengikuti tahlil, tapi mereka ikut ‘hurmat haul’ dengan cara bersih-bersih lingkungan dan mengormati para tamu yang hadir.

Haul Bungah pada mulanya diadakan oleh putra-putri KH. Mohammad Sholih Tsani, termasuk KH. Ismail selaku putra KH. Mohammad Sholih Tsani dan pengasuh Pondok Pesantren Qomaruddin sekitar tahun 1321 H/1903 M. KH. Ismail mengundang segenap keluarga besar Bani Qomaruddin, sebutan untuk keturunan KH. Qomaruddin (pendiri Pondok Pesantren Qomaruddin), serta seluruh santri dan alumni Pondok Pesantren Qomaruddin. Jumlah tersebut sudah sangat besar pada masa itu meskipun belum seramai sekarang.

Sebelum acara Haul, biasanya anak-anak kecil menyisihkan uangnya untuk ditabung dalam rangka meramaikan Haul. Karena pada saat Haul dari dulu hingga sekarang banyak pedagang yang membuka lapak mereka yang tidak dapat ditemui di hari lain.

Bagi para pedagang, momen acara Haul Bungah ini mengandung banyak ‘berkah’. Mereka berusaha untuk ikut berjualan di sekitar acara Haul. Menarik untuk dicatat bahwa para pedagang ini meyakini bahwa meskipun mereka merugi pada saat itu, di lain hari dagangan mereka bisa mendapatkan untung lebih besar. Dagangan pada acara Haul bermacam-macam, berupa barang, jasa, persewaan, hiburan anak-anak, parkir, dan lain-lain.

Di sisi kesehatan, Haul Bungah juga mengandung keberkahan. Penulis pernah bertemu seseorang ketika kuliah di Jogja, orang tersebut mengaku pernah diselamatkan hidupnya berkat Haul Bungah. Jadi pada saat orang tersebut masih kecil, dia terkena penyakit yang sangat sulit disembuhkan dan kata dokter tinggal menunggu saatnya meninggal dunia. Keluarga terdekat sudah merelakan kepergiannya, tetapi menjelang Haul ada tetangganya yang menawarkan oleh-oleh buah dari Haul Bungah sebagai obat. Alhamdulillah, dia bisa sembuh saat itu juga. Hingga saat ini dia mengaku pernah berhutang nyawa pada Haul Bungah dan berusaha untuk ikut acara Haul tiap tahunnya.

Semua keberkahan tersebut diyakini banyak orang merupakan keberkahan dari shohibul haul KH. Mohammad Sholih Tsani. Setelah wafatnya, beliau tidak hanya meninggalkan ilmu, tetapi juga mampu memberi peluang rezeki, dan kesehatan bagi masyarakat sekitarnya. Kita, sebagai santri Sampurnan, sudah sepantasnya ikut meramaikan acara Haul Bungah dalam rangka mendoakan kiai-kiai kita. Apabila ada rezeki lebih bisa ikut menyumbang tenaga dan materi, atau paling tidak kita kirim doa pada KH. Mohammad Sholih Tsani dan para muassis Pondok Pesantren Qomaruddin.

 

Previous

Gus Muwafiq, Santri Sampurnan yang Ta‘dhim pada Guru

Kanugrahan, Masjid Perempuan Peninggalan KH Ismail Sampurnan

Next

Leave a Comment