Perkuat Pelestarian Warisan Ulama Nusantara, Disperpusip Jatim Serahkan 140 Portapel Manuskrip ke Pondok Pesantren Qomaruddin

Qomaruddin Media

Qomaruddin Media

Qomaruddin.com — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan dokumenter bangsa, khususnya manuskrip kuno karya para ulama Nusantara yang tersimpan di lingkungan pondok pesantren, Senin (20 Juli 2026). Penyerahan dilakukan secara langsung di Galeri Manuskrip Qomaruddin.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui penyerahan bantuan 140 kotak penyimpanan khusus (portapel) dari Disperpusip Jawa Timur kepada Pondok Pesantren Qomaruddin, Bungah, Gresik. Penyerahan portapel ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan fisik awal bagi manuskrip agar terhindar dari risiko kerusakan akibat kondisi lingkungan maupun usia bahan naskah.

Kepala Disperpusip Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si., menyampaikan bahwa manuskrip yang dimiliki Pondok Pesantren Qomaruddin merupakan khazanah intelektual yang memiliki nilai sejarah, keilmuan, dan budaya yang sangat tinggi. Oleh karena itu, langkah konservasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemberian kotak penyimpanan khusus ini merupakan langkah awal penyelamatan fisik naskah. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan melalui program yang lebih implementatif—mulai dari pendataan, registrasi, penyusunan katalog, digitalisasi, konservasi, hingga penelitian dan penyusunan kajian ilmiah,” ujar Tiat.

Beliau menambahkan bahwa melalui langkah-langkah kolaboratif tersebut, manuskrip tidak hanya terlindungi secara fisik, melainkan juga dapat diakses dan dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pengetahuan dan rujukan akademik. Tiat juga berharap Pondok Pesantren Qomaruddin terus menjadi mitra strategis Pemprov Jatim dalam menjaga memori kolektif dan identitas peradaban bangsa.

“Pelestarian manuskrip pada hakikatnya bukan sekadar menjaga lembaran-lembaran naskah kuno, tetapi menjaga memori kolektif dan kearifan para ulama agar tetap hidup serta memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Langkah konkret dan perhatian Pemprov Jawa Timur ini disambut baik oleh pihak pengelola manuskrip pesantren. Ketua Tim Pengkajian dan Pelestarian Karya Ulama Qomaruddin (TPPKP Qomaruddin), Ki Wasil Amin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas dukungan dari Disperpusip Jatim.

Menurut Ki Wasil Amin, bantuan portapel ini sangat berarti untuk menjaga keberlangsungan fisik ribuan lembar naskah bernilai tinggi milik para masayikh Qomaruddin yang telah berusia ratusan tahun.

“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian serta langkah nyata dari Pemprov Jatim melalui Disperpusip. Bantuan 140 portapel ini menjadi stimulan penting bagi kami di pesantren untuk terus merawat dan menjaga khazanah keilmuan peninggalan para ulama. Sinergi ini memperkuat semangat kami agar warisan intelektual ini tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Ki Wasil Amin.

Pihak TPPKP Qomaruddin menyatakan kesiapannya untuk terus berkolaborasi dengan Disperpusip Jatim, terutama dalam agenda pendataan, digitalisasi, dan diseminasi ilmu agar khazanah Nusantara ini dapat diakses secara luas oleh peneliti, santri, dan masyarakat umum.

Also Read

Leave a Comment