Pegiat Manuskrip Qomaruddin Gelar Majelis Tahqiq Perdana, Bahas Seluk Beluk 2 Naskah Safinah Tulisan Tangan Mbah Sholeh Tsani

Qomaruddin Media

Qomaruddin Media

Pegiat Manuskrip Qomaruddin

Qomaruddin.com — Belasan pemerhati dan pegiat manuskrip Qomaruddin gelar Majelis Tahqiq Perdana, dengan membahas seluk beluk 2 Naskah Safinah tulisan tangan dari Mbah Sholeh Tsani (KH. Nawawi).

Digelar pada Kamis (26/10/2023) di Kantor IKBAL Qomaruddin, para pegiat manuskrip melanjutkan rihlah perjuangannya untuk terus melestarikan khazanah keilmuan para muasis dan ulama Pondok Pesantren Qomaruddin. Sebelumnya, mereka juga telah menggelar pelatihan digitalisasi, berburu manuskrip, hingga mengirimkan delegasi dalam Acara Daurah Tahqiq di Jombang, yaitu Atiq Mujahid, alumni Qomaruddin.

Atiq Mujahid, yang juga merupakan alumni Pondok Kajen dan Krapyak, menjelaskan bahwa pekerjaan tahqiq bukanlah pekerjaan yang bisa dikerjakan secara kilat, dengan setidaknya minimal ada 29 tahapan untuk mentahqiq suatu kitab.

“Saat di Daurah Tahqiq kemarin, mentahqiq kitab Mbah Hasyim, 12 lembar, itu 5 hari, dengan 15 jam per hari, baru bisa selesai. Lha, kita sudah mentranskrip naskah salinan kitab Safinah tulisan tangan Mbah Sholeh, tinggal melanjutkan ke Belasan tahap lainnya, dan ini harus dikerjakan bersama-sama,” tutur Atiq.

“Tukang sapu” Ki Wasil Amin dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sejauh ini para pegiat manuskrip Qomaruddin masih menemukan 2 salinan kitab Safinah tulisan tangan dari Mbah Sholeh Tsani.

“Dalam Salah satu manuskrip, Mbah Sholeh menyebutkan telah menulis 3 salinan kitab Safinah. Pertama, ditulis pada saat mondok di Kedung Meduro, lalu setelah menikah, dan saat sudah tua. Yang kita temukan masih 2, yaitu yang kedua dan ketiga. Ada perbedaan yang signifikan dari masing-masing naskah,” kata Ki Wasil, yang juga merupakan Ketua Lesbumi MWCNU Bungah.

Setelah berdiskusi panjang, ditemukan banyak perbedaan, redaksi, serta karakteristik sendiri dari kitab Safinah yang umum diajarkan di pondok pesantren. Salah satunya adalah mengenai fasal dalam kitab Safinah Mbah Sholeh Tsani, di mana hanya sampai pada Bab Zakat, 8 bab terakhir, termasuk tentang Puasa, tidak ada.

Kepala Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat Ma’had Al-Jamiah Universitas Qomaruddin, Kiai Mudhofar menjelaskan memang sangat mungkin jika Safinah yang berkembang saat itu memang sampai pada Bab Zakat.

“Jadi, itu tidak masalah. Setelah kita buka Dua kitab Safinah tulisan tangan Mbah Sholeh, dua-duanya hanya sampai di Bab Zakat. Yang penting kita tahu, semua babnya sama. Urutan fasalnya sama, jadi memang ini kitab Safinah. Mungkin besok kita bisa cek lagi di Gus Munhamir Giri, yang menyimpan manuskrip buyutnya, tentang Safinah, yang ditulis pada zaman Kiai Ismail,” kata Kiai Mudhofar.

Untuk selanjutnya, para pegiat tersebut mentargetkan di saat Haul Mbah Sholeh Tsani ke-125 yang akan digelar Desember 2023 awal, akan meluncurkan hasil Tahqiq manuskrip Safinah tulisan tangan Mbah Sholeh Tsani. “Paling tidak, kalau tidak semuanya, ya sebagian. Butuh dukungan dari banyak pihak. Yang pasti, saya pastikan, 2 manuskrip ini memang tulisan Mbah Sholeh Tsani,” kata Ki Wasil Amin.

Hadir juga dalam acara Tahqiq Bareng tersebut Tim Manuskrip Pesantren Qomaruddin: Ahmad Isa, Ihsanul Qirom, Hasan Mahfudh; Dluha Luthfillah (Mahasiswa doktoral dari Israel), Ali Khumaini; Ahmad Maghfur, Farul, dan Muttaqin Habibullah.

Artikel Terkait

Leave a Comment