Sesi foto bersama Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.

Istikamah Menguatkan Silaturahmi, IKBAL Qomaruddin Korcam Duduk Sampean Gelar Rotibul Hadad di Wadak Lor

Qomaruddin.com — Dalam upaya memperkuat tali silaturahmi para alumni, Ikatan Keluarga Besar Alumni Qomaruddin (IKBAL Qomaruddin) menggelar Rutinan Rotibul Hadad dan Ngaji Rutinan bersama K.H. Ala’uddin di rumah H. Saiful Arif, Wadak Lor, Duduk Sampean, Gresik, pada Minggu (28/08/2022).

Sebelum pembacaan Rotibul Hadad, acara dibuka dengan pembacaan qiroah dan Maḥallul Qiyām dipimpin oleh Ustaz Mursyid, sementara Rotibul Hadad dibacakan oleh H. Mukhlas.

Dalam sambutan tuan rumah dan perwakilan IKBAL Qomaruddin Korcam Duduk Sampean, H. Saiful Arif mengucapkan ribuan terima kasih kepada IKBAL Qomaruddin Korcam Duduk Sampean yang sudah menyiapkan acara dan para tamu serta para alumni Qomaruddin atas kehadirannya.

H. Saiful Arif saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.
H. Saiful Arif saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.

Saiful Arif, yang juga pernah menjadi santri di Qomaruddin selama 3 tahun, menyampaikan pesan wasiat dari Kiai Sholeh, tentang pentingnya jamaah.

“Ayah kulo pernah pesen, nek nak pondok Qomaruddin pokoke meluo jamaah ae, Insyaallah mene dadi. Bapak iki oleh pesen teko Kiai Sholeh: Man, anakmu pondokno nak kene, terus ojo lali jamaah. Sing berat, nek iso jamaah nak mburine Kiai/Imam,” tutur sosok yang juga merupakan Kepala Desa Wadak Lor.

Pada gilirannya, dalam sambutan perwakilan dari Yayasan, Wakil Ketua Yayasan Abdul Qodir Thohir mengucapkan terima kasih kepada IKBAL Qomaruddin Korcam Duduk Sampean yang telah menyiapkan acara yang insyaallah barakah. “Barang siapa yang ingin banyak rezeki barokah dan umur panjang, perbanyak silaturahmi,” tutur K.H. Abdul Qodir Thohir mengutip sabda Nabi.

KH. Abdul Qodir Thohir saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.
KH. Abdul Qodir Thohir saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.

Rotibul Hadad ini tujuan utamanya adalah menjalin silaturahmi semua alumni Qomaruddin, ditambah dengan kegiatan-kegiatan yang barokah, seperti Rotibul Hadad, Sholawatan, dan Ngaji.

“Siapa saja yang pernah ngaji, belajar, baik formal, maupun non-formal, tinggal di asrama maupun tidak, lulus atau tidak lulus, atau bahkan cuman ngaji posoan, itu sudah dianggap alumni Pondok Pesantren Qomaruddin. Semua stakeholder, orang tua juga masuk Alumni Qomaruddin, bahkan siapa yang mencintai Qomaruddin, itu juga insyaallah sudah dianggap alumni,” kata

Ketua IKBAL Qomaruddin, H. Syamsud Dluha menyampaikan rasa syukur atas keberlanjutan kegiatan Rotibul Hadad. Setidaknya sudah lebih dari 2 kali melakukan Rotibul Hadad di Duduk Sampean.

Ketua IKBAL Qomaruddin, H. Muhammad Syamsud Dhuha saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.
Ketua IKBAL Qomaruddin, H. Muhammad Syamsud Dhuha saat memberikan sambutan pada acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.

“Istiqomah melakukan acara Rotibul Hadad ini insyaallah bisa menambah barokah kepada kita semua. Mudah-mudahan setiap bulan, minggu, kita bisa rutin mengikutinya, tidak hanya di Wadak Lor,” kata sosok yang kerap disapa Gus Syam.

Gus Syam juga menyampaikan agenda IKBAL Qomaruddin untuk menerbitkan buku kumpulan cerita para alumni. “Insyaallah, semoga bisa rilis dan dicetak sebelum acara haul,” imbuh Gus Sam.

Menanggapi pesan dari Saiful Arif, Ketua Pondok Pesantren Qomaruddin K.H. Alauddin mengatakan bahwa selain menjaga keistikamahan jamaah, sebaiknya santri juga tetap belajar dengan giat. “Bayangkan, sudah giat jamaah, juga pintar. Dadi wes bejo, ketambahan pinter,” kata K.H. Ala’uddin.

Dalam pengajian Rutinan Rotibul Hadad tersebut, K.H. Ala’uddin juga menerangkan hadis kesembilan dari kitab al-Arba’īn al-Nawawiyyah karya Syaikh Yaḥyā b. Syaraf al-Nawawī, yang artinya kurang lebih:

Dari Abu Hurairah ‘Abdurraḥmān bin Ṣakhr raḍiyallāhu ‘anhu, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 7288 dan Muslim, no. 1337].

K.H. Ala’uddin mengatakan bahwa hadis tersebut sangat luar biasa dan merupakan salah satu dasar dalam agama Islam, dasar yang harus kita terapkan sehari-hari, baik dalam menjahui larangan ataupun melakukan kebaikan. Minum khamr, misalnya, meskipun satu tetes pun harus kita jauhi. Dalam hal kebaikan, misalnya membaca al-Qur’an, jika dalam satu hari kita tidak mampu membaca satu juz, “tidak apa-apa tidak satu juz. Bisa satu halaman, dan jika tidak bisa, baca al-Ikhlāṣ setiap hari pun tidak apa-apa, semampunya.”

KH. Ala'uddin saat mengisi pengajian di acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.
KH. Ala’uddin saat mengisi pengajian di acara Rotibul Hadad di Wadak Lor Duduk Sampean pada Minggu, 28 Agustus 2022. Foto: QOM.

“Itu sudah baik. Kerjakan semampumu, insyaallah niku sampun sae. Seorang yang melakukan kejahatan satu kali dan kecil saja, itu akan tetap dianggap jelek. Satu kejelekan bisa menghapus banyak kebaikan. Sebaliknya, ketika melakukan kebaikan, lakukanlah semampunya, insyaallah akan dicatat menjadi baik. Dan itu adalah hal yang istimewa, apalagi bisa istikamah,” terang KH. Ala’uddin.

“Nabi itu menyanyangi umatnya. Makanya jangan banyak protes. Jangan dipersulit. Kerjakan semampunya,” tambah K.H. Ala’uddin.

Acara Rutinan Rotibul Hadad dan Ngaji Rutinan itu diikuti oleh K.H. Masykuri Hasan, Kiai Abdul Rozak Balong Panggang, Pak Alimin, Alumni IKBAL Qomaruddin, beberapa perwakilan dari unit Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin dan warga sekitar Wadak Lor.

Pewarta: A. Maghfur Munif / Editor: Dluha Lutfi

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top