Qomaruddin.com — Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Sampurnan, Bungah, Gresik sukses menggelar perhelatan akbar Haflah Akhirus Sanah tahun pelajaran 2025-2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara yang berpusat di lingkungan pondok ini mengusung tema “Menyiapkan Generasi Ulul Albab yang Unggul dan Berakhlak Mulia”.
Puncak acara ini dihadiri oleh pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin Dr. K.H. Muhammad Alauddin, Lc., M.Si., Ketua Yayasan K.H. Ir. Abdul Qadir, Ketua SPI YPP Qomaruddin, K.H. Ir. Muhammad Hamdan, jajaran Forkopimcam Bungah, para kepala unit pendidikan, dewan guru, serta ribuan wali santri lintas generasi. Suasana haflah semakin semarak dengan berbagai penampilan dari tim paduan suara Bahana Suara Komaruddin (BSQ) serta penobatan para bintang pelajar dan wisudawan tahfiz Al-Qur’an 30 juz.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, K.H. Ir. Abdul Qadir, menyampaikan bahwa momen akhir tahun ini harus menjadi ajang refleksi, terlebih dalam suasana tahun baru hijriah. Beliau memaparkan data perkembangan pesat lembaga yang kini membina 4.906 peserta didik serta menorehkan total 305 prestasi sepanjang tahun.
“Haflah akhir sana bukan sekedar acara penutupan tahun pelajaran. Lebih dari itu, ia merupakan momentum untuk muhasabah, evaluasi, dan rasa syukur atas perjalanan panjang pendidikan yang telah dilalui oleh para santri dan peserta didik selama 1 tahun terakhir,” ungkapnya.
Sosok yang kerap disapa Kiai Anang itu juga mengapresiasi kinerja para guru dan karyawan YPP Qomaruddin hingga terwujud kolaborasi antarlembaga yang apik. “Pendidikan yang berhasil tidak mungkin terwujud tanpa sinergi antara lembaga, keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan dari wali santri yang disampaikan oleh Bapak H. Tanjung, turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para asatiz atas kesabaran dalam membimbing putra-putri mereka.
Puncak acara diisi dengan ceramah pendidikan (mauidzah hasanah) oleh K.H. Ahmad Samton, SH., M.Ag., pengasuh Pondok Pesantren Dinuha sekaligus Kepala Kantor Kemenak Kota Malang. Dalam untaian ceramahnya yang sarat akan kisah keteladanan salaf, beliau menyoroti pentingnya peran pesantren dalam mencetak kader pemimpin bangsa yang jujur dan berbekal ilmu agama yang matang.
Beliau mengingatkan para santri bahwa ilmu tidak akan didapatkan tanpa adanya rasa butuh dan niat yang tulus. Mengambil sari dari hadis musalsal pasca-salat Id dan syarah kitab Hikam, Kiai Ahmad Samton menjabarkan esensi pentingnya menjaga kehormatan sebuah ilmu pengetahuan.
“Ilmu itu hanya bisa didapat oleh orang yang berminat dan berkeinginan untuk mendapat ilmu… Ilmu tidak pantas didapatkan oleh orang yang tidak butuh (ilmu .red),” ujarnya dalam bahasa campuran Jawa-Indonesia.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa para alumni pesantren tidak boleh alergi atau sekadar mencari materi ketika masuk ke dalam struktur birokrasi maupun pemerintahan, melainkan harus berniat untuk mengabdi demi menjaga warisan para ulama terdahulu.
“Negara ini (Indonesia .red) adalah peninggalan para kiai-kiai kita… komandan, laskar tentara-tentara itu mayoritas kiai-kiai. Yang menata negara ini kiai. Jadi jangan diniatkan kita mencari makanan, niatkan khidmah kiai,” ujarnya dengan bahasa campuran Jawa-Indonesia.
Beliau juga berpesan agar para alumni Qomaruddin mampu menjadi sosok yang membawa manfaat luas layaknya filosofi santri sejati.
“Jadi santri itu harus bisa seperti matahari yang bisa menyinari, dan seperti pohon yang melindungi. Jadi santri harus bisa menyinari dan melindungi umat,” imbuhnya.
Acara Haflah Akhirus Sanah YPP Qomaruddin 2026 ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa barakah yang dipimpin langsung oleh Dr. K.H. Muhammad Alauddin, Lc., M.Si. sebelum para wali murid menuju unit masing-masing untuk melakukan pengambilan rapor.






