YPP Qomaruddin Raih Penghargaan Tertinggi Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2026 dari Perpusnas RI

Qomaruddin Media

Qomaruddin Media

Qomaruddin.com  — Komitmen berkelanjutan dalam menjaga warisan intelektual Islam Nusantara kembali mengantarkan Pondok Pesantren Qomaruddin pada pencapaian prestisius di kancah nasional. Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin (YPPQ) Sampurnan, Bungah, Gresik, resmi dianugerahi penghargaan tertinggi bidang perpustakaan dan literasi, Nugra Jasa Dharma Pustaloka Tahun 2026 kategori Pelestarian Naskah Kuno oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).

Penghargaan prestisius ini menjadi bentuk pengakuan negara atas dedikasi terstruktur YPPQ—khususnya melalui Tim Penyelamat dan Peneliti Khazanah Pesantren Qomaruddin (TPPKP)—yang secara konsisten merawat, mengkaji, dan mendigitalisasi sebanyak 503 naskah kuno karya para muassis dan masyayikh Pondok Pesantren Qomaruddin serta peninggalan keluarga besar Bani Qomaruddin.

Sejak dirintis intensif pada 2019, YPPQ tidak sekadar menyimpan lembaran-lembaran berharga tersebut. Lembaga ini telah mendirikan Galeri Manuskrip Sampurnan sebagai ruang preservasi fisik berstandar khusus, meluncurkan portal katalog digital untuk memperluas akses publik, hingga rutin menghelat forum kajian keilmuan dan pameran manuskrip lintas lembaga riset.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin, Ismail Hamim, menegaskan rasa syukur mendalam atas penganugerahan ini. Baginya, penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka merupakan amanah sekaligus karunia besar bagi seluruh keluarga besar pesantren.

“Selain sebagai karunia Allah SWT, penghargaan ini juga merupakan bukti kesungguhan kita melalui TPPKP Qomaruddin yang sudah mencurahkan daya upaya dalam merawat kelestarian dan mengembangkan khazanah pesantren, terutama manuskrip kuna (turats) yang dimiliki PP Qomaruddin dan seluruh keluarga besar Bani Qomaruddin,” tutur Ismail Hamim.

Ismail Hamim menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis akhir dari perjalanan panjang pelestarian turats di Sampurnan.

“Penghargaan ini bukan tujuan akhir kita dalam melestarikan dan mengembangkan khazanah pesantren Qomaruddin, melainkan tumpuan pertama kita untuk melaju atau membuat lompatan: bagaimana manuskrip yang ada dan kita miliki ini dapat terus dilestarikan melalui pengkajian dan pembelajaran bagi santri, alumni, maupun seluruh masyarakat. Harapannya, keilmuan para masyayikh terus bisa bermanfaat dan tidak berhenti membeku dalam bentuk manuskrip saja. Tugas kita masih panjang dan masih banyak hal yang harus disiapkan untuk menggapai semua harapan itu,” imbuhnya seraya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap pihak terkait.

“Saya mewakili Ketua YPPQ mengucapkan terima kasih kepada semua pihak: terutama TPPKP Qomaruddin, BRIN, Perpusnas RI, Disperpusip Jatim, kepada yang terhormat Prof. Oman Fathurahman, Pak Agus, serta semua yang terlibat. Jazakumullah ahsanal jaza’.”

Di sisi teknis, capaian penyelamatan 503 manuskrip ini tak lepas dari kerja telaten TPPKP yang menggandeng berbagai jejaring filologi dan riset nasional hingga internasional.

Ketua TPPKP Qomaruddin, Ahmad Wasil, menyampaikan apresiasi yang tulus atas kolaborasi strategis lintas institusi yang telah mendampingi timnya sejak awal pemetaan naskah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport kami selama ini: Prof. Kang Oman Fathurahman, Nahdlatut Turots, DREAMSEA, Endangered Archives Programme (EAP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Manassa, serta Disperpusip Jatim,” ujar Wasil.

Ahmad Wasil menambahkan, rekognisi nasional ini memompa semangat para pegiat manuskrip di pondok pesantren tertua di Gresik utara ini untuk terus produktif membedah isi teks.

“Semoga ke depan kami terus bisa memberikan kontribusi nyata bagi peradaban keilmuan melalui manuskrip-manuskrip ulama PP. Qomaruddin Sampurnan Bungah Gresik Jawa Timur,” tegasnya.

Dalam agenda penganugerahan tersebut, Kepala Perpusnas RI, Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D., menekankan pentingnya memandang naskah kuno bukan sekadar lembaran sejarah usang, melainkan memori kolektif bangsa.

Dari estimasi 143.259 naskah kuno Nusantara yang telah teridentifikasi (100 ribu di dalam negeri dan 42 ribuan di luar negeri), naskah-naskah tersebut menyimpan jejak autentik keagamaan, sastra, hukum, pengobatan, hingga peradaban masa lampau yang membantah anggapan bahwa masyarakat Nusantara tidak literat.

“Karena itu ketika kita berbicara tentang naskah kuno, sesungguhnya kita tidak hanya bicara tentang benda yang berasal dari masa lalu, tetapi kita berbicara tentang ingatan kolektif yang membentuk seluruh perjalanan kita menjadi bangsa Indonesia,” papar Prof. Aminuddin.

Keberhasilan PP Qomaruddin membuktikan bahwa pesantren adalah episentrum peradaban dan literasi yang mengakar kuat. Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2026 ini kian meneguhkan posisi Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah sebagai mercusuar pelestarian khazanah turats Nusantara yang adaptif terhadap transformasi digital tanpa kehilangan marwah sanad keilmuan para ulama. (Tim Redaksi Qomaruddin.com)

Also Read

Tags

Leave a Comment