Biografi dan Sanad Keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani

0
22
Biografi dan Sanad Keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani

qomaruddin.com – Biografi dan Sanad Keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani Tim Manuskrip Qomaruddin yang dikomandoi oleh KH. M. Alaudin, Lc., M. SE. I setelah melakukan penelusuran kitab dan catatan peninggalan muassis Pondok Pesantren Qomaruddin berhasil menemukan catatan tentang biografi dan sanad keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani, pemangku ke-5 Pondok Pesantren Qomaruddin. Catatan itu dapat dikatakan sebagai temuan yang berharga sebab dalam catatan tersebut tercantum beberapa informasi tentang biografi dan sanad keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani yang sebelumnya belum terungkap. Setelah diteliti, tim menyimpulkan bahwa catatan berbahasa Jawa pegon tersebut merupakan catatan tangan dari KH. Muhammad Sholeh Musthofa, pemangku Pondok Pesantren Qomaruddin yang ke-7. Berikut adalah informasi yang dapat dihimpun dari catatan itu setelah dilakukan penerjemahan dan penyesuaian ke dalam bahasa Indonesia.

Jalur Nasab KH. Muhammad Sholeh Tsani

KH. Muhammad Sholeh Tsani bin Kyai Muhammad Ishaq bin Madya bin Kyai Abu Jono (Demang Mayang) bin Raden Moyokerti Bin Pangeran Pringgo Kusumo bin Pangeran Benowo II bin Pangeran Benowo I bin Sultan Pajang (Jaka Tingkir) bin Lembu Peteng bin Brawijaya VI.

Riwayat Kelahiran dan Pendidikan KH. Muhammad Sholeh Tsani

KH. Muhammad Sholeh Tsani dilahirkan di desa Rengel pada tahun 1254 H. Pada tahun 1269 H, beliau belajar ke Kyai Basyir dan Kyai Musthofa Sampurnan. Tahun 1271 H melanjutkan belajar ke Kyai Muqoddas Sembilangan. Dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1273 H, KH. Muhammad Sholeh Tsani berpindah ke Kedung Madura untuk belajar kepada Kyai Nidhamuddin dan Syekh Amari.

Pada usia 25 tahun, KH. Muhammad Sholeh Tsani menikah dengan salah seorang putri dari Kyai Musthofa Sampurnan. Meskipun sudah menikah, KH. Muhammad Sholeh Tsani tetap ingin melanjutkan pendidikannya. Ketika itu KH. Muhammad Sholeh Tsani memilih ke Pamekasan untuk melanjutkan belajar kepada Kyai Ismail.

Pada tahun 1281 H., KH. Muhammad Sholeh Tsani kembali ke Sampurnan untuk mengajarkan ilmu yang telah didapatkan. Lima tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1286 H., KH. Muhammad Sholeh Tsani melaksanakan ibadah haji. Selepas haji beliau tidak langsung pulang, melainkan terlebih dahulu belajar kepada ulama-ulama Makkah kurang lebih selama satu tahun. Di antara ulama Makkah yang menjadi guru KH. Muhammad Sholeh Tsani ketika itu adalah Sayyid Bakri Syatha Makkah.

Setelah satu tahun tinggal dan belajar di Makkah, KH. Muhammad Sholeh Tsani pulang ke Sampurnan guna mengajarkan kembali ilmunya. Ratusan santri dari penjuru Jawa mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat bagian Timur datang berbondong-bondong ke Sampurnan untuk belajar kepada KH. Muhammad Sholeh Tsani.

KH. Muhammad Sholeh Tsani meninggal pada usia 66 tahun, tepatnya pada tahun 1320 H.

Sanad Keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani

Selain memuat informasi tentang biografi, di dalam catatan tersebut ditemukan juga jalur sanad keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani. Rangkaian sanad sebagaimana yang disajikan dalam bagan di bawah ini telah di-tashih dengan menggunakan kitab thabaqat sanad seperti kitab Thabaqat al-Syafi’iyyah al-Kubra karya Taj al-Din al-Subki, al-‘Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid karya Syekh Yasin bin Muhammad ‘Isa al-Fadani, Kifayat al-Mustafid Lima ‘Ala min al-Asanid karya Syekh Muhammad Mahfudh bin ‘Abdullah al-Turmusi, serta dibandingkan dengan sanad yang dimiliki oleh KH. M. Alauddin, Lc., M.SE.I.

Biografi dan Sanad Keilmuan KH. Muhammad Sholeh Tsani

Keterangan Bagan:
* Nama ini pada asalnya tidak disebutkan dalam catatan KH. M. Sholih Musthofa. Namun setelah ditashih berdasarkan sanad yang dimiliki oleh KH. M. Alauddin, Lc., M.SE.I, perlu ditambahkan satu nama lagi. Sebab setelah diteliti, antara Siraj al-Din al-Bulqini dengan ‘Ala’ al-Din al-‘Aththar secara akal tidak mungkin pernah bertemu. Hal ini karena Siraj al-Din al-Bulqini lahir pada tahun yang sama dengan tahun wafat ‘Ala’ al-Din al-‘Aththar, yakni tahun 724 H.
** Terdapat perbedaan versi antara catatan KH. M. Sholih Musthofa dengan kitab sanad lainnya. Dalam catatan KH. M. Sholih Musthofa disebutkan nama ‘Ali bin ‘Isa al-Halabi. Namun dalam kitab Kifayat al-Mustafid Lima ‘Ala min al-Asanid karya Syekh Mahfud al-Turmusi, nama yang dimaksud adalah ‘Ali bin Ibrahim al-Halabi.

Artikel Oleh: Muhammad Afif Yuniarto | Alumni YPPQ dan Juga Tim Manuskrip Sampurnan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here