HomeKajian Kitab KuningBedah Kitab Klasik Karya Syeikh Madyani Rengel Tuban di Qomaruddin

Bedah Kitab Klasik Karya Syeikh Madyani Rengel Tuban di Qomaruddin

Kajian Kitab Kuning 0 0 likes 116 views share

qomaruddin.comBedah Kitab Klasik Karya Syeikh Madyani Rengel Tuban di QomaruddinSejarah nabi Yusuf pernah di tulis ulama besar Indonesia, Syeikh Madyani Ishaq dari Rengel Tuban. Manuskrip langka berjudul Tibyanul Asror Fii Qishshah  Yusuf Lidzawil Asror itu ditemukan di Rumah ndalem Syeikh Madyani Tuban bersama kitab-kitab lainnya yang ditulis dengan bahasa arab pegon.

Proses penyalinan kitab turots yang dimulai dari tanggal 06 Mei 2013 ini membutuhkan kehati-hatian yang sangat tinggi, karena banyak lembaran yang sudah rapuh dan kertasnya gampang robek serta tulisannya juga banyak yang hilang. namun pada akhirnya penyalinan manuskrip ini bisa diselesaikan oleh tim yang dikomandani oleh Ust. Mualimin dan kawan-kawan.

Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin sangat berkepentingan dengan penerbita kitab kuno ini untuk menambah khazanah keilmuan di Qomaruddin. Untuk itu, diadakanlah Halaqah Bedah Kitab Tibyanul Asrar ini bersama dengan para pakar kitab.

Acara ini dikemas dalam bentuk diskusi santai dengan menghadirkan para pakar kitab kuning, termasuk juga menghadirkan tim penyalin manuskrip dalam hal ini diwakili oleh Ust Mualimin.  Selain pakar-pakar kitab kuning, Yayasan juga menghadirkan beberapa perwakilan sekolah maupun mahasiswa dan juga beberapa tokoh masyarakat, ulama dari berbagai daerah. Pada akhirnya diskusi tersebut menghasilkan beberapa kritik dan saran untuk lebih menyempurnakan penerbitan isi dari kitab tersebut.

Menurut salah satu ahli sejarah Ponpes Qomaruddin, Drs. Mudhofar Usman mengatakan, sebenarnya manuskrip karangan sesepuh Qomaruddin tidak kalah banyak. Bahkan kitab karangan Mbah Sholeh Tsani lebih praktis, spesifik dan fokus untuk pendidikan. ” Perlu ada kajian khusus mengenai manuskrip tersebut sehingga bisa menjadi sumber pembelajaran bagi santri-santri Qomaruddin” sarannya. Semoga segera terwujud penyalinan manuskrip-manuskrip dari sesepuh Qomaruddin….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *